Jumat, 10 Maret 2023

OLI HIDROLIK DAN OLI MESIN PADA ALAT BERAT

 


Para sahabat operator forklift dimana pun berada, kali ini kita akan bahas tentang oli hidrolik dan oli mesin.

2 jenis oli yang digunakan pada alat berat adalah:

1. Oli mesin (engine oil)

2. Oli hidrolik ( hydraulic oil)


1. Oli mesin ( engine oil )

Oli mesin memiliki kekentalan yang dinyatakan dalam SAE ( Society of automotive engineering )  dimana makin besar angkanya berarti oli mesin tersebut semakin kental.Misalnya SAE 10, SAE 20, SAE 30 dll.

Selain diklasifikasikan menurut kekentalannya, oli mesin juga diklasifikasikan menurut penggunaan dan mutunya. Klasifikasi ini dinyatakan dalam API ( American Petroleum Institute ) dimana urutannya menggunakan abjad dari A dan seterusnya. Semakin menjauhi A berarti oli semakin baik, contoh :

• Untuk Diesel Engine kelas CA, CB, CC, CD

• Untuk Gasoline Engine kelas SA, SB, SC, SD, SE, SF


2. Oli hidrolik ( hydraulic oil )

Pada oli hidrolik mempunyai kekentalan dan klasifikasi sebagaimana oli mesin hanya saja tidak dinyatakan dalam angka SAE dan kode API service. Oli hidrolik mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :


1. Tidak bisa dimampatkan ( Uncompressible )

2. Mudah mengalir ( fluidity )

3. Mempunyai sifat fisika dan kimia yang stabil

4. Mempunyai sifat melumasi

5. Menjaga terjadinya karat

6. Bersifat mudah menyesuaikan tempat

7. Harus dapat meimisahkan kotoran


Kerusakan Oli

Terjadinya kerusakan pada oli disebabkan oleh :

Kontaminasi : Kerusakan oli karena ada pengaruh dari luar oli tersebut.

Deteriorasi : Kerusakan karena pengaruh dari dalam oli itu sendiri. 

Terjadinya kerusakan pada kualitas oli akan menyebabkan kerusakan pada komponen dan terganggunya sistem. Cairan yang paling baik adalah oli hidrolik. Oli ini dirancang untuk memiliki sifat-sifat yang diperlukan diatas. Kekentalan adalah sifat oli yang harus diperhatikan. Viscosity adalah kemampuan fluida untuk mengalir dalam suatu selang waktu telah ditentukan. Satuan untuk kekentalan adalah centistokes atau SSU.

Kekentalan & Viscosity Oli



Apabila suatu cairan lebih sulit mengalir dibandingkan cairan lain maka cairan tersebut memiliki viscositas yang tinggi.



Viscositas ini sangat bergantung pada perubahan temperature . Oli yang baik tentunya diharapkan memliki viscositas yang tidak banyak berubah terhadap temperature. Di dalam sistem hidrolik jika oli yang digunakan tidak sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh sistem hidrolik tersebut, akan menimbulkan kerusakan-kerusakan atau gagal beroperasi. Misalnya jika oli terlalu encer maka akan terjadi kebocoran-kebocoran pada seal-seal. Jika oli terlalu kental maka kerja pompa hidrolik terlalu berat, yang pada akhirnya akan merusak sistem.


Viscosity index adalah ukuran relative besar kecilnya perubahan viscositas terhadap temperature. Jika oli tersebut mudah berubah kekentalannya berarti oli ini memiliki viscositas index yang rendah. Sebaliknya jika oli tersebut kekentalannya lebih stabil terhadap perubahan temperature, maka oli ini memiliki viscosity index yang tinggi 














Kamis, 09 Maret 2023

PROSES PEMBAKARAN PADA MESIN DIESEL


Proses pembakaran pada mesin diesel di dalam ruang bakar, udara dikompresi untuk menghasilkan suhu tinggi hingga mencapai kira-kira 540°C (1000°F).






Bahan bakar di diinjeksikan kedalam udara ini, dibawah tekanan tinggi, dalam partikel yang sangat kecil dibuat menjadi atom.

.




Ketika memasuki ruang pembakaran partikel yang sangat kecil dikelilingi oleh udara yang dipanaskan dan permukaannya mulai menguap.




Ketika uap mencapai suhu yang cukup, pembakaran dimulai. Dengan penguapan yang berkelanjutan dan pembakaran,maka oksigen segar (hawa murni) diperlukan untuk mendukung pembakaran.






Ketika pembakaran telah dimulai, peningkatan yang cepat dalam suhu menyebabkan bahwa bahan bakar masih tetap masuk ke ruang pembakaran untuk menyalakan dengan segera.





Persyaratan untuk pembakaran yang sempurna.


Agar pembakaran yang sempurna dapat terjadi maka:




• Harus tersedia pasokan udara yang cukup agar bahan bakar dengan efektif dapat bercampur dengan udara tersebut.





• Bahan bakar harus diinjeksikan kedalam ruang bakar dalam kondisi atomisasi yang tinggi.



• Diperlukan turbulensi yang cukup agar semua partikel bahan bakar dapat berhubungan dengan oksigen yang cukup untuk pembakaran yang sempurna.




•Suhu kompresi harus cukup tinggi untuk menyalakan bahan bakar.



Gambar ilustrasi oleh Soesanto @mekanik alat berat

Gambar menunjukan tahap-tahap pembakaran.

Periode penundaan

Hal ini adalah waktu yang diperlukan, setelah dimulainya injeksi untuk partikel pertama bahan bakar mengambil cukup banyak panas agar dapat menguap dan meningkat hingga suatu suhu yang cukup panas untuk menghasilkan penyalaan otomatis.

Pembakaran yang tidak terkendali

Pembakaran yang cepat berlangsung ketika semua partikel bahan bakar, yang diinjeksikan selama periode penundaan, memperoleh cukup panas untuk pembakaran. Pembakaran ini mengakibatkan suatu peningkatan tekanan yang tiba-tiba (Ketukan Diesel).

Pembakaran yang terkendali

Karena suhu tinggi yang diciptakan selama pembakaran tidak terkendali bahan bakara sekarang membakar saat memasuki ruang pembakaran dan dikendalikan oleh jumlah bahan bakar yang di diinjeksikan pada suatu jangka waktu tertentu.

Setelah pembakaran

Setelah injektor berhenti menginjeksikan bahan bakar, beberapa partikel masih harus diiapkan dan sebagian uap belum memperoleh cukup oksigen untuk membakarnya. Pasca pembakaran adalah pembakaran bahan bakar setelah injeksi berhenti.

Metode untuk mengurangi penundaan

Periode penundaan tidak diinginkan karena dapat mengurangi pengendalian kondisi operasi mesin. Untuk meminimalkan penundaan, pabrik pembuat dapat menggunakan metode berikut ini untuk mengurangi periode penundaan :

1. Kompresi yang benar, timing, atomisasi, dan kisaran panas operasi mesin.
2. Peringkat fuel cetane yang benar.
3. Pengisian turbo.
4. Nozzle jenis penundaan.


Rabu, 08 Maret 2023

FORKLIFT REACHTRUCK LOADING BARANG KE DALAM RAK STORAGE ( TIDAK UNTUK DITIRU )

 Halo para sahabat operator forklift dimana pun berada, di video ini saya buatkan video pengoperasian Forklift Reachtruck yang tidak benar dalam pengoperasian nya serta melanggar SOP pengoperasian Forklift, yang mana operator forklift mengoperasikan forklift dengan membawa beban melaju dengan cepat, lifting barang, dan bermanuver secara bersamaan, Dengan pengoperasian seperti ini dapat berakibat kecelakaan kerja pada operator forklift, barang yang rusak akibat terjatuh disaat melaju kencang dan lifting bersamaan, bermanuver secara cepat, kerusakan alat dan aset perusahaan.

simak videonya.

SEMOGA BERMANFAAT !!!




FORKLIFT REACHTRUCK UNLOADING BARANG DARI RAK STORAGE

 Halo para sahabat operator forklift dimana pun berada, di video ini saya akan perlihatkan bagaimana cara unloading barang dari rak storage menggunakan Forklift jenis Reachtruck dengan baik dan benar dan operator forklift yang handal serta safety dalam pengoperasian forklift dan sudah terlatih, tonton dan simak video ini dengan baik. 


Semoga bermanfaat !!!



DASAR-DASAR K3 (BASIC SAFETY)



I. DASAR-DASAR KESELAMATAN KERJA (BASIC SAFETY)

KESELAMATAN KERJA (SAFETY) ADALAH :

Segala bentuk usaha untuk melaksanakan tanpa kecelakaan, Suasana kerja atau lingkungan yang aman, sehingga hasil menguntungkan dapat dicapai dan bebas dari segala macam bahaya.

*TUJUAN KESELAMATAN KERJA

- Mencegah kecelakaan terhadap karyawan

- Mencegah kecelakaan/kerusakan pada alat-alat-

- Mencegah kerugian

II. CARA MEMPERBAIKI & MENYEMPURNAKAN KESELAMATAN KERJA

1. Pemeriksaan rutin
    @ Keadaan tidak aman
    @ Perbuatan / cara kerja yang tidak aman


2. Meninggikan disiplin karyawan terhadap kerbersihan tempat kerja:
    - Mematuhi ketentuan dan peraturan keamanan dan keselamatan        kerja

    - Mematuhi dan menguasai penggunaan alat serta mesin-mesin

    - Mengenal dan mengetahui tempat-tempat berbahaya
      ( mata dan nalar selalu awas terhadap kemungkinan bahaya )

3. Petunjuk kerja dan perintah kerja yang jelas dan baik dari atasan kepada bawahan

4. Sosialisasi "Gambar,Poster, dan Stiker" tentang keamanan dan keselamatan kerja

5. Mengadakan pertemuan dan diskusi tentang keselamatan kerja

6. Perlombaan Keselamatan Kerja


III. KECELAKAAN

KECELAKAAN

- Tidak direncanakan
- Tidak diinginkan
- Tidak diduga

AKIBAT

- Tindakan tidak aman
- Kondisi tidak aman

MENGAKIBATKAN

- Kematian
- Kerusakan / kehancuran mesin maupun peralatan
- Produksi terganggu
- Pendapatan keluarga / perusahaan ditutup


IV. PENYEBAB KECELAKAAN

Bukan karena nasib !!!

Hal ini disebabkan oleh:

✓ Tindakan tidak aman (88%).             = Manusia nya
✓ Kondisi tidak aman (10%).                 = Alat dan tempat kerja
✓ Diluar kemampuan manusia (2%).  = Nasib


V. AKIBAT, JENIS DAN SUMBER KECELAKAAN

Akibat suatu kecelakaan adalah mengalami "Luka" dimana luka tersebut bermacam-macam, yaitu :

Luka: Ringan - Berat - Mati

Bagian Badan Luka:

- Kepala                          - Telapak tangan
- Mata                              - Telapak bagian atas
- Telinga                         - Jari tangan
- Kaki bagian atas        - Luka bakar
- Kaki bagian bawah   - Lain-lain
- Jari kaki

Keadaan luka:

- Retak / remuk             - Memar
- Luka iris / robek        - Luka bakar
- Dislokasi                      - Amputasi
- Terkilir                         - Pingsan / tidak sadar

Jenis Kecelakaan:

- Terjatuh                    - Tergilas
- Terpukul                   - Kejatuhan benda
- Terpeleset                - Kemasukan benda
- Terbentur                 - Temperatur Ekstrim
- Terkena listrik        - Terkena Zat Kimia
- Terjepit                     - Tenggelam
- Kercunan gas          - Lain-lain
- Peledakan

Sumber Kecelakaan:

° Perincian

° Alat angkut orang

° Alat muat/gali/angkat

° Alat angkut bahan galian

° Api

° Bahan peledak

° Kondisi kerja

° Sinar radiasi

° Gas

° Perkakas bengkel/lambang biasa (manual)

° Perkakas bengkel/lambang digerakan oleh mesin/listrik/tekanan udara

° Alat-alat statis

° dan lain-lain









LALU, APA SAJA MANFAAT KESELAMATAN KERJA ???


✓ Memperkecil biaya

✓ Menjamin hasil yang baik

✓ Menjamin pekerjaan

✓ Memberi keuntungan bagi masyarakat

✓ Mendukung ketentuan dan prestasi







Minggu, 19 Februari 2023

INDIKATOR DAN INSTRUMENT PADA FORKLIFT

 Indikator dan instrument pada forklift berguna bagi operator untuk mengetahui kondisi forklift, agar forklift aman selama digunakan dan lebih awet digunakan karena dengan indikator dan instrument tersebeut dapat diketahui kapan forklift haus berhenti bekerja,karena memerlukan perbaikan,petunjuk keamanan, memberi isyarat kepada kendaraan lain dan orang yang berada disekitar forklift serta untuk memudahkan operator dalam pengoperasiannya.

Forklift yang akan dijelaskan disini adalah forklift yang menggunakan mesin diesel.





Keterangan :

1. Kunci kontak
2. Sinyal pemanas
3. Lampu penunjuk pemanas awal
4. Lampu peringatan pengumpul air
5. Petunjuk bahan bakar
6. Lampu peringatan pengisi aki
7. Lampu peringatan tekanan minyak engine
8. Hour Meter
9. Penujuk suhu
10. Speedometer
11. Penunjuk suhu minyak  pengubah torsi
12. Lampu peringatan ( tambahan )
13. Tongkat maju mundur
14. Tongkat kecepatan
15. Rem tangan
16. Klakson
17. Saklar Lampu
18. Saklar Lampu belok kiri dan kanan
19. Kotak sikring
20. pedal gas
21. Pedal rem
22. Pedal clutch/ inching
23. Tongkat angkat
24. Tongkat ungkit
25. Tuas pengunci roda


A. Kunci Kontak

Berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan  arus listrik , memanaskan busi pijar mesin dan menghidupkan awal mesin menggunakan motor starter.

B. Sinyal pemanas ( Glow plug indicator )




Sinyal pemanas atau biasa disebut glowplug indikator berfungsi sebagai sinyal kepada operator bahwa mesin sudah siap untuk dihidupkan.


C. Lampu peringatan pemisah air ( Water Sedimenter )




Lampu peringatan pemisah air atau biasa disebut Water sedimenter  berfungsi untuk memperingatkan operator jika ada air terkumpul pada saringan bahan bakar.
Lampu ini akan menyala jika kunci kontak diputar ke posisi ON, dan sejenak kemudian akan padam kembali. Jika lampu ini tetap menyala, buang air yang terkumpul pada saringan bahan bakar.


D. Penujuk bahan bakar



Indikator ini menunjukan jumlah bahan bakar yang terdapat pada tanki bahan bakar. Simbol huruf  " E " yang berarti Empty atau kosong, sedangkan " F " Full
 atau penuh.

E. Lampu peringatan pengisian baterai




Pada saat kunci kontak diputar ke posisi " ON " indikator ini harus menyala dan mati pada saat mesin sudah hidup. Apabila mesin hidup masih menyala maka terdapat gangguan pada system pengisian baterai.

F. Indikator tekanan minyak/oli



Isyarat lampu indikator tekanan oli ini bertanda menunjukan normal atau tidaknya system pelumasan pada mesin. Pada saat  kunci kontak diputar ke posisi " ON " harus menyala dan padam setelah mesin hidup. Jika ternyata saat mesin sudah hidup indikator lampu tetap menyala, segera cek kapasitas volume Oli mesin, biasanya indikator ini menyala jika keadaan oli mesin sudah habis jangka pemakainnya atau oli mesin kurang dan habis.


G. Indikator Hourmeter




Hour meter adalah angka yang menunjukkan jam kerja mesin/forklift, dan bekerja pada saat mesin mulai dihidupkan.

H. Indikator penunjuk suhu/Temperatur suhu (Mesin)



Indikator penunjuk suhu/temperatur suhu (mesin) berfungsi untuk memberikan peringatan suhu panas pada mesin kendaraan baik mobil, forklift dan bahkan saat ini sudah terpasang pada sepeda motor ketika mengalami suhu panas berlebih pada mesin atau biasa disebut oleh para mekanik adalah overheat.



KOMPONEN - KOMPONEN FORKLIFT

Penggerak utama sebagai sumber tenaga yang lazim disebut dengan mesin/engine. Mesin yang digunakan ada yang menggunakan motor bensin, motor diesel, dan listrik. Bahan bakar yang menggunakan solar, bensin, dan gas. Untuk masa sekarang  bahan bakar banyak yang digunakan gas karena dianggap ekonomis dan lebih ramah lingkungan dan mudah di dapat. Dan untuk didalam ruangan kebanyakan menggunakan listrik karena tidak berisik dan tidak menimbulkan polusi yang membahayakan bagi kesehatan manusia. Tentunya diantara semua jenis penggerak tersebut tentunya ada kelebihan dan kekurangannya.


Untuk yang menggunakan tenaga penggerak listrikkapasitas angkutnya terbatas, karena kebanyakan dilakukan di dalam ruangan dan memerlukan listrik untuk mengisi baterai yang digunakan sebagai sumber listrik penggeraknya, maka jika habis harus di charge kembali.

Sedangkan yang menggunakan motor bakar kapasitasnya bisa mencapai 40 ton, dan digunakan didalam ruangan yang sirkulasi udaranya baik, karena jika tidak akan menghasilkan polusi udara yang membahayakan bagi kesehatan. Pengoperasian diluar ruangan tertutup tentunya lebih baik karena gas buangnya keluar ke udara bebas. Untuk selanjutnya kita hanya membahas forklift yang menggunakan motor bakar.

Kelengkapan forklift yang lebih terperinci adalah sebagai berikut.




1. Mast/Mest

Mest adalah tiang penyangga yang berfungi sebagai tempat gerakan garpu naik turun dengan bantuan peralatan lain sepertu; rantai, roller, dan sebagainya.

2. Lift Chain/Rantai angkat

Rantai angkat adalah rantai untuk mngangkat fork bergerak keatas agar tetap pada jalurnya.

3. Lift Cylinder/Silinder angkat

Silinder angkat adalah silinder yang  dioperasikan secara hidrolik untuk mengangkat fork ke atas.

4. Back Rest

Back rest adalah sandaran untuk beban.

5. Tilt Cylinder/ Silinder ungkit

Silinder ungkit adalah system hidrolik yang berfungsi untuk mengungkit.

6. Fork Carriage

Fork Carriage adalah jalur untuk mengubah jarak antara garpu.

7. Fork/ Garpu

Garpu adalah besi tebal terbuat dari baja murni yang berbentuk seperti huruf L yang berfungsi untuk mengangkat/menyangga beban.

8. Overhead guard/ Pelindung atas

Pelindung atas adalah pelindung operator pada bagian atas.

9. Turn Signal/ Lampu belok

Lampu belok adalah lampu isyarat untuk belok kanan atau kiri.

10. Head lamp/ Lampu kerja

Lampu kerja adalah lampu yang dinyalakan pada saat forklift beroperasi.

11. Operators seat/ Kursi operator

Kuri operator adalah tempat duduk untuk operator.

12. Engine hood/ Tutup engine

Tutup engine adalah tutup mesin bagian atas dibawah tempat duduk operator.

13. Counter Weight/ Pemberat

Pemberat adalah merupakan penyeimbang bebean terletak pada bagian belakang.

14. Rear Wheel/ Roda belakang

Roda belakang  berfungi menahan beban forklift dan agar forklift meluncur dengan sempurna serta  untuk membelok.

15. Front Wheel/ Roda depan

Roda depan berfungsi untuk menahan forklft serta agar meluncur dengan sempurna.