Kamis, 09 Maret 2023

PROSES PEMBAKARAN PADA MESIN DIESEL


Proses pembakaran pada mesin diesel di dalam ruang bakar, udara dikompresi untuk menghasilkan suhu tinggi hingga mencapai kira-kira 540°C (1000°F).






Bahan bakar di diinjeksikan kedalam udara ini, dibawah tekanan tinggi, dalam partikel yang sangat kecil dibuat menjadi atom.

.




Ketika memasuki ruang pembakaran partikel yang sangat kecil dikelilingi oleh udara yang dipanaskan dan permukaannya mulai menguap.




Ketika uap mencapai suhu yang cukup, pembakaran dimulai. Dengan penguapan yang berkelanjutan dan pembakaran,maka oksigen segar (hawa murni) diperlukan untuk mendukung pembakaran.






Ketika pembakaran telah dimulai, peningkatan yang cepat dalam suhu menyebabkan bahwa bahan bakar masih tetap masuk ke ruang pembakaran untuk menyalakan dengan segera.





Persyaratan untuk pembakaran yang sempurna.


Agar pembakaran yang sempurna dapat terjadi maka:




• Harus tersedia pasokan udara yang cukup agar bahan bakar dengan efektif dapat bercampur dengan udara tersebut.





• Bahan bakar harus diinjeksikan kedalam ruang bakar dalam kondisi atomisasi yang tinggi.



• Diperlukan turbulensi yang cukup agar semua partikel bahan bakar dapat berhubungan dengan oksigen yang cukup untuk pembakaran yang sempurna.




•Suhu kompresi harus cukup tinggi untuk menyalakan bahan bakar.



Gambar ilustrasi oleh Soesanto @mekanik alat berat

Gambar menunjukan tahap-tahap pembakaran.

Periode penundaan

Hal ini adalah waktu yang diperlukan, setelah dimulainya injeksi untuk partikel pertama bahan bakar mengambil cukup banyak panas agar dapat menguap dan meningkat hingga suatu suhu yang cukup panas untuk menghasilkan penyalaan otomatis.

Pembakaran yang tidak terkendali

Pembakaran yang cepat berlangsung ketika semua partikel bahan bakar, yang diinjeksikan selama periode penundaan, memperoleh cukup panas untuk pembakaran. Pembakaran ini mengakibatkan suatu peningkatan tekanan yang tiba-tiba (Ketukan Diesel).

Pembakaran yang terkendali

Karena suhu tinggi yang diciptakan selama pembakaran tidak terkendali bahan bakara sekarang membakar saat memasuki ruang pembakaran dan dikendalikan oleh jumlah bahan bakar yang di diinjeksikan pada suatu jangka waktu tertentu.

Setelah pembakaran

Setelah injektor berhenti menginjeksikan bahan bakar, beberapa partikel masih harus diiapkan dan sebagian uap belum memperoleh cukup oksigen untuk membakarnya. Pasca pembakaran adalah pembakaran bahan bakar setelah injeksi berhenti.

Metode untuk mengurangi penundaan

Periode penundaan tidak diinginkan karena dapat mengurangi pengendalian kondisi operasi mesin. Untuk meminimalkan penundaan, pabrik pembuat dapat menggunakan metode berikut ini untuk mengurangi periode penundaan :

1. Kompresi yang benar, timing, atomisasi, dan kisaran panas operasi mesin.
2. Peringkat fuel cetane yang benar.
3. Pengisian turbo.
4. Nozzle jenis penundaan.


0 komentar:

Posting Komentar