Pada dasarnya forklift terlihat sangat kokoh, dan tahan bantingan ( karena berat mana mungkin bisa dibanting atau diangkat orang, hehehe 😂 ) tapi ternyata dibalik itu ada banyak hal yang sangat sepele namun dapat menyebabkan kerusakan pada forklift dan bakan beberapa dari Anda pasti ada yang pernah atau sering melakukan hal ini ðŸ¤.
Jadi agar tidak menyebabkan masalah yang semakin parah, ketahuilah apa saja penyebab kerusakan pada Forklift ???
1. OPERATOR KURANG HANDAL
Seperti yanga anda tahu, forklift tidak bisa dikendarai atau dioperasikan oleh sembarang orang. Bahkan orang yang bisa mengendarai Truck dan kendaraan besar sekalipun tidak menjamin bisa mengendarai atau mengoperasikan Forklift, baik Forklift Counter Balance maupun Forklift ReachTruck dengan baik.
Jika dipaksakan, Forklift atau Reachtruck bisa rusak karena kecerobohan maupun ketidak pahaman dari sang operator dalam mengendarai atau mengoperasikan alat ini.
Oleh karena itu, dibutuhkan keahlian khusus dan tersertifikasi serta memiliki lisensi K3 Pesawat Angkat dan Angkut ( SIO Operator Forklift ). Surat ijin operasi ini hanya bisa di dapatkan ketika operator tersebut telah mengikuti Training atau Pelatihan khusus Pesawat Angkat dan Angkut resmi dari PJK3 yang tersertifikasi dan ditunjuk oleh Kemnaker RI.
2. CEROBOH DALAM MENGANGKAT PALLET
Selanjutnya adalah mengenai pallet atau garpu (fork) yang ada pada bagian depan Forklift atau ReachTruck. Pallet ini memang bisa mengangkat bebat hingga tonase 3 ton dengan bantuan sistem hidrolik. Namun jika tidak hati-hati, pallet ini juga sangat mudah patah dan tergelincir.
Salah satu kecerobohan paling sering dilakukan adalah mengangkat dan menurunkan pallet dengan cepat. Sehingga sistem hidrolik bisa bocor dan membuat pallet tidak bisa ngangkat beban yang dibawa.
Selain itu, membawa dan memindahkan barang dalam keadaan pallet terlalu tinggi dalam jarak yang cukup jauh jarak nya dari titik A menuju ke titik B, menjadi salah satu sebab kerusakan pada forklift yang sering terjadi, terutama pada bagian hidrolik. Karena berdasarkan ketentuan, pallet harus berada maksimal 15cm dari permukaan jalan ketika forklift berjalan baik dalam keadaan membawa beban dan tidak membawa beban.
3. TIDAK MEMAHAMI BEBAN MAKSIMAL YANG BISA DIANGKAT
Setiap Forklift atau ReachTruck memiliki spesifikasi dan tipe yang berbeda-beda. Artinya, maksimal beban yang bisa diangkat oleh tiap tipe pun bervariasi.
Umum nya Forklift bisa mengangkat beban maksimal 3 Ton dalam satu kali angkut. Sedangkan tipe yang besar untuk kebutuhan kontruksi bisa mengangkut beban hingga lebih dari 25 Ton. Sebagai operator maupun pemilik forklift, informasi seperti ini wajib anda pahami.
Memaksa Forklift untuk mengangkut beban melebihi kapasitas beban pada forklift, dapat menyebabkan kerusakan yang fatal pada forklift, baik kerusakan Hidrolik, Mast, Silinder lift, dan bahkan dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang berujung kematian jika beberapa intruments pada forklift tersebut bocor, rusak, atau bahkan patah.
Seperti yang sudah dikatakan tadi, ada banyak jenis forklift dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Tidak semua jenis forklift bisa digunakan di jalanan yang sama. Jenis forklift indoor tidak bisa digunakan di outdoor karena jenis ban yang halus akan cepat aus dan rusak apabila digunakan diluar ruangan,sebaliknya jika forklift outdoor digunakan ruang indoor maka forklift akan sering mengalami selip dikarenakan permukaan jalannya yang halus yang mengakibatkan kelicinan.
5. JARANG MENGGANTI OLI DAN MEMERIKSA MESIN FORKLIFT
Penyebab kerusakan pada forklift yang terakhir adalah jarang atau tidak pernah sama sekali melakukan maintenance pada mesin. Karena layaknya kendaraan dan dan benda otomotif lain nya, forklift yang setiap hari dipakai harus sering dikontrol agar tidak cepat rusak.
Umum nya forklift yang jarang diganti oli, baik oli mesin, oli tranmisi, oli hidrolik maka instrument tersebut akan cepat rusak, seperti oli mesin yang jarang diganti akan mengakibatkan mesin rusak pada bagian piston, ring piston, cacat pada bagian boring liner, bahkan patah pada bagian stang piston dan katup valve, jika tidak rutin mengganti oli tranmisi akan menyebabkan keausan dan kerusakan pada gear tranmisi, begitu pula jika tidak rutin mengganti oli hidrolik akan menyebabkan kerusakan pada seal silinder lift, pompa hidrolik.





0 komentar:
Posting Komentar